Adab Jamaah
Bismillahirrahmanirrahim
MAJELIS DZIKIR
AL-JABBAR
(Jalan Menuju Ketenangan Jiwa)
Syaikh Zainurrahman
Tujuan Majelis:
- Syiar Islam
- Mendidik diri menjadi ahlul-dzikir
- Menyelami ajaran hakikat meraih mutiara firman dan hadist
- Menelusuri rimba ilmu, memetik buah iman
- Mengarungi samudera makrifat, menemui diri sendiri
- Meningkatkan pemahaman dan memperdalam ilmu agama
- Membela haq dan membasmi bathil
Sanjung dan salam kepada:
- Rasulullah Muhammad bin Abdullah SAW
- Sayyidina Abubakar, Umar, Ustman dan Aly
- Nabiyullah Adam AS
- Nabiyullah Khidir AS
- Nabiyullah Ibrahim AS
- Nabiyullah Musa AS
- Al-Muhaqqiq Lukman alHakim
- Al-Muhaqqiq Sayyidina Akasah
- Syaikhullah Muhammad Rifa’i Abdul Shalih Syekh Sulthan Nurul Rijaal
10. Syaikhullah Muhammad Samman Almadany
11. Khususan Al-Quthuburrabbany Syaikh Abdul Qadir Jailany Albaghdadi
12. Khususan Al-Aarifiin Al Manshur Al-Hallaj
13. Khususan Ahlul Wihdatulwujuud Syaikh Siti Jenar
14. Alhabib Idrus bin Salim Aljufrie
15. Al-Mursyid Samman
16. Al-Mursyid Abdjan bin Haji Muhiddin
17. Al-Amiir Zainurrahman Sehan Al’abraaj
18. Al-Amiir Ridwan Ajid
19. Al-Amiir Suwardi bin Abdullah
20. Al-Amiir Abdul Hajar Ismail
21. Al-Amiir Sufriyono Tirta Dikrama
Adab Jama’ah
Fi’liyah
- Sesungguhnya manusia mengalami persaksian akan tiada Tuhan selain Allah sebanyak 3 kali, yaitu syahadat alam Arwah, syahadat alam arham dan syahadat alam Syuhudul af’al.
- Seluruh manusia dilahirkan dalam keadaan suci bersih, orang tuanya yang mengagamakan dan lingkunganlah yang merubah dan pengalaman yang membentuknya.
- Sesungguhnya Adam merupakan manusia pertama namun bukan yang paling pertama.
- Ibadah shalat didirikan untuk mengingat Allah dan tidak ada penggantinya. Didalam shalat terdiri syahadat, puasa, zakat dan haji.
- Ada tiga perkara yang wajib diperhatikan oleh setiap Mukmin di dalam seluruh keadaan, yaitu melaksanakan perintah allah, menjauhi segala larangan dan ridha dengan ketentuan-ketentuanNya.
- Ikutilah seluruh ajaran Muhammad dan tidak boleh merubah jalan yang telah diajarkan tanpa adanya ilmu.
- Bersabarlah selalu dalam menghadapi segala ujian.
- Bertobatlah selalu dikala mengingat dosa.
- Bersyukurlah selalu dikala mengingat nikmat.
- Jangan pernah berdecak kagum dengan perhiasan dunia yang dimiliki oleh orang kafir.
- Senantiasa bersedekah setiap hari.
- Senantiasa menyampaikan ilmu walaupun hanya satu ayat.
- Senantiasa memikirkan segala kejadian dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut.
- Senantiasa menyebut ismuzzat disetiap helaan nafas jika teringat.
- Senantiasa merasa gembira mendengar bacaan Al-Qur’an dan bersalawat saat mendengar nama Rasulullah Muhammad SAW disebut.
- Senantiasa membaca ayat-ayat Al-Qur’an beserta artinya dan berusaha memahaminya dengan ilmu dan nur.
- Senantiasa memaafkan segala kesalahan orang lain dan mendoakan orang yang baik.
- Senantiasa memandang dunia ke bawah dan memandang akhirat ke atas.
- Senantiasa mendoakan orang tua disetiap sujud terakhir.
- Senantiasa bermanis muka dengan senyuman yang tulus.
- Senantiasa menjaga pandangan, ucapan dan pikiran serta perbuatan dari maksiat.
- Senantiasa menjaga perbuatan dan ucapan dari menyinggung atau menyakiti hati orang lain.
- Senantiasa berbagi makanan, minuman dan pakaian kepada yang membutuhkan.
- Senantiasa membantu dan melindungi siapapun yang dizhalimi.
- Senantiasa menyimak segala penyampaian hal yang bermanfaat meskipun yang menyampaikan adalah seorang yang jahat.
- Berbakti pada guru
Qalbiyah:
- Senantiasa mengingat Allah saat susah dan senang.
- Senantiasa merasa dilihat oleh Allah.
- Senantiasa mengenang para nabi dan wali.
- Senantiasa merindukan Rasulullah Muhammad SAW.
- Senantiasa menyelimuti hati dan menghalang rasa cinta dunia masuk kedalamnya.
- Senantiasa menangisi dosa dan salah.
- Senantiasa merasa puas dengan nikmat yang ada, dan merasa haus dengan amal yang ada.
- Senantiasa rendah hati pada orang berilmu dan baja pada orang kafir.
- Senantiasa mendahulukan Allah, Rasul, Wali dan kedua orang tua di dalam hati.
- Senantiasa bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusanNya.
- Senantiasa mengakui kelemahan hati dan mensyukuri kekuatan hati yang Allah berikan.
- Senantiasa menyebut ismuzzat disetiap gerak hati jika teringat.
- Senantiasa mendobrak batu hati dengan tahlil dan takbir.
- Senantiasa bersabar dan menahan amarah.
- Senantiasa mengisi hati dengan ilmu akhirat dan mengisi akal dengan ilmu dunia.
- Senantiasa mempertajam pandangan mata bathin.
- Senantiasa merasa iba pada fakir miskin dan orang yang dizhalimi.
- Senantiasa merasa bahagia dan merasa cukup dengan pemberian.
- Senantiasa menghindarkan hati dari bid’ah dan syirik halus maupun kasar.
- Senantiasa ikhlas pada sunnatullah dan berusaha menggapai makrifat.
- Senantiasa membenci iblis sebagaimana membenci musuh.
- Senantiasa merindukan Makkah dan Madinah.
- Senantiasa menutup hati dari berghibah dan berfitnah.
- Senantiasa menjaga hati dari bercabang-cabang.
- Senantiasa menjaga hati dari membenci orang beriman dan berilmu.
- Senantiasa membersihkan hati dari sifat-sifat mazhmumah dan mengisinya dengan sifat-sifat mahmudah.
Qauliyah:
- Senantiasa menjaga lidah dari berdusta.
- Senantiasa menjaga lidah dari menyakiti hati orang lain.
- Senantiasa menggerakkan lidah menyebut dzikir.
- Senantiasa membersihkan lidah dari perkataan kotor.
- Senantiasa berkata jujur dan apa adanya.
- Senantiasa diam jika tidak ada yang perlu dibicarakan.
- Senantiasa menjaga lidah dari menyampaikan ilmu yang menyesatkan.
- Senantiasa menjaga lidah dari membuat keputusan atau klaim yang tidak benar kepada orang lain.
- Senantiasa menunda ucapan jika tidak yakin akan kebenarannya.
- Senantiasa bermanis kata pada kedua orang tua, guru, jama’ah dan juga pada orang yang berilmu.
- Senantiasa mengucapkan dzikir Tahlilullisan.
- Senantiasa beristighfar saat berkumur.
- Senantiasa menghindari hina, ghibah dan namimah yang menyakitkan perasaan orang lain.
- Senantiasa melafazhkan ayat Al-Qur’an disaat teringat ayat-ayat tertentu.
- Tidak berbicara hal-hal duniawi di dalam masjid.
- Tidak berbicara diantara maghrib dan isya selain berbicara mengenai ilmu yang bermanfaat.
- Senantiasa menyampaikan salam.
- Senantiasa meminta maaf dan berterima kasih.
- Senantiasa merendahkan suara saat berbicara meskipun di dalam keadaan marah.
- Tidak pernah menyela pembicaraan orang.
- Tidak pernah menyatakan orang bersalah selain mengungkapkan kebenaran.
- Senantiasa menyimpan suara di saat wirid selain dzikir lisani (dzikir bersama).
- Senantiasa menyampaikan ilmu majelis kepada orang lain dan mengajak mereka untuk berba’yat.
- Tidak pernah mengucapkan amalan atau menceritakannya di waktu dan tempat yang tidak wajar.
- Tidak pernah mengiyakan ucapan orang lain yang menjelek-jelekan orang lainnya, meskipun itu benar.
- Senantiasa menjaga lidah dari membuka kekurangan orang lain meskipun itu benar.